Kelas 3, secara umum berarti “belajar”. Berhenti dari segala aktivitas yang mengganggu waktu banyak dan segera belajar setengah hidup agar lulus UN dan SNMPTN.
Bagi kalangan umum (Islam KTP-an) mungkin terlihat wajar. Bagi kalangan aktivis, apakah itu wajar? Mari kita bersama-sama menjawabnya.
“Hari orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. “ (Ash-Shaff: 10-11)
Ayat di atas sangat jelas kalau Allah menawarkan suatu perdagangan yang sampai kapan pun tidak akan pernah merugikan setiap makhluk-Nya. Dan ayat tersebut juga menjelaskan kalau bentuk jihad sangatlah beragam, di antaranya:
- Membela agama Allah (jihad, qital, dakwah, dll)
- Menuntut ilmu (mentoring, ceramah, belajar, dll)
- Mencari nafkah untuk keluarga
- Infaq, shadaqah, zakat
Tapi kan kalau kelas 3 harus bersiap-siap untuk UN dan SNMPTN! Jadi tidak mungkin bisa berda’wah atau berjihad seperti contoh di atas. Pokoknya belajar, belajar, belajar! Eits, tunggu dulu! Ada satu ayat lagi yang bisa membantah itu semua.
“Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”(At-Taubah : 41)
Dan satu lagi,
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong agama Allah, niscara Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”(Muhammad: 7)
Dan hadits Rasulullah saw.
“Perumpamaan seseorang yang berjihad fi sabilillah adalah seperti seseorang yang berpuasa di siang hari ditambah mengerjakan qiyamullail di malam harinya disertai membaca sekaligus menadaburi ayat-ayat Allah tanpa henti sampai orang yang berjihad fi sabilillah itu kembali ke rumahnya.” (HR Bukhari-Muslim)
Kesimpulannya, buah dari jihad fi sabilillah sangatlah luar biasa. Dan bagi seorang aktivis, sebenarnya tidak ada kata “cuti” dari da’wah untuk belajar. Karena pada hakikatnya belajar itu sama dengan da’wah, yaitu sama-sama ibadah fardhu. Apa lagi kalau niatnya untuk jihad fi sabilillah, insya Allah, Allah akan memudahkan segalanya.
Wallahu ‘alam bishshawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar